Kepemimpinan bagai estafet, ada saatnya diserahterimakan. Momen penting ini terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 12 Kupang dengan purna bakti Kepala Sekolah Yusak D. A. Suni, S. Pd, M. Pd., setelah sepuluh tahun mengabdikan diri.
Peran Yusak selama ini sangat krusial dalam membangun fondasi dan spirit pengembangan pendidikan di SMAN 12 Kupang sejak sekolah tersebut berdiri. Kini, estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh Hendi Ruswandi Ali, S. Pd., Gr., M. AP., yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 12 Kupang.
Acara serah terima jabatan yang berlangsung khidmat pada Sabtu, 12 Juli 2024, di halaman sekolah dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Tampak hadir Koordinator Pengawas SMA Kota Kupang, Ulviyanti Tule; Pengawas Pembina SMAN 12 Kota Kupang, Sry Mulyati; serta Ketua Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) SMA Kota Kupang, Drs. Noh Kana Hau. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh rekan-rekan Kepala Sekolah dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan seluruh guru SMAN 12 Kupang.
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, masa tugas Plt Kepala SMAN 12 Kupang dijadwalkan mulai dari 1 Juli hingga 1 Oktober 2024.
Yusak D.A Suni dalam pidato perpisahannya menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan selama satu dekade memimpin SMAN 12 Kupang. Ia menekankan pentingnya kerja sama dan komunikasi yang baik demi kemajuan sekolah di masa depan.
“Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Kerja keras menggunakan otot, kerja cerdas menggunakan otak, dan kerja ikhlas menggunakan hati. Jika ketiganya dijalankan dengan baik, maka pekerjaan akan tuntas,” pesannya.
Ia meyakini, dengan kolaborasi yang kuat, SMAN 12 Kupang akan mampu berlari lebih kencang dan mencapai hasil yang lebih baik. Yusak juga secara khusus menitipkan harapan kepada Plt Kepala Sekolah yang baru untuk terus menggenjot prestasi melalui ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
Di sisi lain, Plt Kepala SMAN 12 Kupang, Hendi Ruswandi Ali, mengakui standar tinggi yang telah ditetapkan oleh kepemimpinan sebelumnya. Ia menyatakan optimisme bahwa dengan dukungan seluruh staf pengajar, SMAN 12 Kupang dapat menjadi lebih baik dan lebih hebat lagi.
Hendi Ruswandi Ali juga memohon bimbingan dari para guru yang lebih senior. “Saya mengharapkan bapak ibu guru yang sudah senior bisa membimbing saya,” ujarnya.
Koordinator Pengawas SMA Kota Kupang, Ulviyanti Tule, menyoroti tantangan dunia pendidikan yang dinamis, menuntut para pendidik untuk terus beradaptasi dengan berbagai perubahan.
“Saya percaya Pak Hendi pasti bisa dan bahkan lebih dari standar yang sudah ditanamkan pendahulu,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa tugas seorang pemimpin sekolah saat ini mencakup tiga aspek utama: manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi. Kepemimpinan sekolah tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi erat dengan seluruh elemen yang ada, termasuk guru, orang tua, pengawas, dan pemerintah daerah.
“Kepsek tidak bisa berjalan sendiri, harus bisa membangun kolaborasi dengan semua sistem yang ada yakni dengan guru, orang tua, pengawas dan Pemda,” ujarnya.
Ulviyanti Tule menambahkan bahwa tantangan ini seharusnya tidak terlalu berat karena adanya sistem pendukung yang solid. Ia juga menggarisbawahi empat pilar penting yang perlu dicapai:
* Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
* Budaya refleksi dalam proses belajar mengajar.
* Mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.
* Peningkatan kualitas pembelajaran dan tata kelola untuk menghasilkan output yang optimal.
Sebagai penutup, Ulviyanti Tule mengapresiasi salah satu praktik baik di SMAN 12 Kupang yang belum umum diterapkan di sekolah lain, yaitu adanya papan informasi mengenai rincian penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Hal ini dianggap sebagai wujud transparansi yang patut dicontoh.


