Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 21 Kupang merayakan pencapaian literasi dengan meluncurkan buku perdana karya para pendidik dan tenaga kependidikan. Acara yang berlangsung pada Kamis, 30 Mei 2024, ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan minat baca dan tulis di lingkungan sekolah.
Peluncuran buku berjudul “Asa Membangun Generasi” ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Dumuliahi Djami, serta Pimpinan Yayasan Rumah Literasi Cakrawala, Agustinus Rikarno, yang berperan sebagai pendamping dan penerbit. Buku ini merupakan wadah bagi para pendidik dan tenaga kependidikan untuk membagikan pemikiran dan pengalaman mereka selama mengabdi di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Dumuliahi Djami, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Ia berharap agar kegiatan menulis ini tidak berhenti pada satu karya, melainkan menjadi rutinitas tahunan.
“Mereka kita harapkan bisa menulis buku-buku lain baik di tahun ini atau tahun berikutnya, kalau bisa minimal setahun 1 buku atau 2 buku,” ungkapnya.
Agustinus Rikarno, Pimpinan Yayasan Rumah Literasi Cakrawala, menjelaskan bahwa proses penulisan buku ini adalah cerminan kreativitas para pendidik dalam merefleksikan pengalaman mengajar di kelas.
“Kami dari Cakrawala membantu mendampingi penulisan dan penerbitan, buku karya pendidik SMPN 21 Kupang termasuk salah satu yang cepat diselesaikan karena semangat dan ketekunan para penulis,” jelasnya.
Yayasan Rumah Literasi Cakrawala telah aktif menerbitkan tujuh buku dari berbagai sekolah di Kota Kupang, baik karya pendidik maupun siswa. Beberapa sekolah yang telah berkolaborasi dalam penerbitan buku antara lain SMPN 21 Kupang, SMPK Adisucipto, SDK Rosa Mistica (tiga buku), dan SMPK Sta. Theresia (dua buku).
Kegiatan peluncuran buku ini juga bertepatan dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka Belajar di SMPN 21 Kupang.
Gelar Karya Bertema Kearifan Lokal
Siswa-siswi SMPN 21 Kupang turut memeriahkan acara dengan menampilkan berbagai karya seni bertema kearifan lokal. Kegiatan P5 ini mengusung tema “Kearifan Lokal_Beta Cinta NTT, Bangunlah Jiwa dan Raganya Dalam Budaya Literasi”.
Berbagai pertunjukan seni ditampilkan, mulai dari tarian daerah, paduan suara, fashion show, drama, musikalisasi puisi, hingga stand up comedy. Semua karya ini dibalut dengan sentuhan busana daerah Nusa Tenggara Timur.
Kepala SMPN 21 Kupang, Yosefina Hoar Klau, menyatakan bahwa gelar karya ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas serta mengasah minat dan bakat mereka.
“Ada juga kampanye anti perundungan yang dibawakan siswa dalam bentuk pidato dan juga drama,” katanya.
Pendanaan untuk kegiatan gelar karya ini berasal dari sumbangan sukarela para pendidik dan tenaga kependidikan, serta dukungan dari orang tua siswa. Yosefina menegaskan bahwa anggaran kegiatan ini tidak bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).


