Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) KB Santo Paulus Laenmanen di Desa Kapitan Meo, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, menggelar acara pelepasan 25 peserta didik untuk tahun ajaran 2023/2024. Momen penting ini sekaligus menandai peresmian gedung baru sekolah tersebut.
Acara pelepasan berlangsung pada Sabtu, 29 Juni 2024, dihadiri oleh berbagai pihak yang turut berkontribusi dalam perkembangan PAUD KB Santo Paulus Laenmanen. Keberadaan sekolah ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah desa dan masyarakat Kapitan Meo.
Ferdina Un Kase, S.Kom., selaku tutor PAUD KB Santo Paulus Laenmanen, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan serta dukungan yang telah diberikan. Sejak didirikan, PAUD ini mendapat fasilitasi pembangunan gedung dan insentif untuk para guru dari pemerintah desa dan masyarakat.
25 peserta didik yang telah menyelesaikan jenjang PAUD diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD) dengan bekal yang memadai. Ferdina mengungkapkan kebanggaannya melihat perkembangan anak-anak didiknya yang tidak hanya belajar sambil bermain, tetapi juga sudah mengenal angka, huruf, serta terlatih mentalnya.
PAUD KB Santo Paulus Laenmanen yang berdiri sejak tahun 2021 ini telah menunjukkan kemajuan signifikan dengan meraih akreditasi B pada tahun 2023. Keberhasilan ini tidak terlepas dari dedikasi empat orang guru PAUD yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, dan waktu untuk mendidik anak-anak bangsa.
Ferdina Un Kase menambahkan bahwa pengalamannya mendidik anak-anak usia dini di Kapitan Meo telah membentuknya menjadi pribadi yang lebih baik. Ia merasa menjadi “ibu” bagi seluruh anak-anak di desa tersebut, yang membantunya dalam mengontrol emosional dan berbagai aspek kehidupan.
Ia berharap masyarakat Kapitan Meo terus memberikan dukungan penuh agar anak-anak mereka bersemangat untuk bersekolah dan meraih prestasi. Dukungan ini penting untuk membentuk mental dan karakter anak sejak usia dini.
Meskipun telah menunjukkan kemajuan, PAUD KB Santo Paulus Laenmanen masih menghadapi berbagai kekurangan fasilitas yang menunjang proses belajar. Ferdina menyoroti kebutuhan akan alat peraga yang memadai serta pembangunan pagar keamanan sekolah.
Ferdina memiliki mimpi besar agar kelak lulusan PAUD KB Santo Paulus Laenmanen mampu bersaing dengan anak-anak dari daerah lain dalam dunia pendidikan. Baginya, pembentukan mental dan karakter anak sejak dini adalah kunci untuk mencapai cita-cita tersebut.


